KKN UNIVERSITAS DIPONEGORO 2020

Jum’at, 3 Januari 2020 Mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro (UNDIP) yang beranggotakan 5 orang tiba di Desa Kuta Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang setelah menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam. Kegiatan pertama yang dilakukan Mahasiswa KKN adalah kunjungan ke Balai Desa Kuta pada hari Senin (6 Januari 2020). Kunjungan ini merupakan salah bentuk penerimaan Mahasiswa KKN UNDIP di Desa Kuta. Kegiatan penerimaan ini dihadiri oleh Kepala Desa (Kades) dan perangkat Desa Kuta.

Acara kegiatan ini dimulai dengan penyambutan Kades dan penjelasan secara singkat mengenai Desa Kuta, dilanjutkan dengan tanya jawab kepada perangkat desa mengenai potensi serta permasalahan Desa Kuta. Berdasarkan kegiatan kunjungan tersebut diperoleh informasi bahwa Desa Kuta merupakan salah satu desa terbesar di Kecamatan Belik, terdapat dua dusun yang rawan akan bencana longsor, mata pencaharian sebagain penduduk adalah petani, belum adanya UMKM pada Desa Kuta hanya terdapat beberapa home industry.

PRESS RELEASE DESA KUTA OKTOBER 2019

Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa) di Kabupaten Pemalang yang difasilitasi oleh SEKNAS FITRA berkerjasama dengan KOMPAK atas dukungan DFAT sudah memasuki bulan ke-3 pada  Oktober 2019 ini. Progam Sekar Desa yang dimulai sejak bulan Agustus 2019 sudah berjalan di tiga desa, yaitu desa Sikasur, desa Belik, dan desa Kuta yang seluruhnya berada di kecamatan Belik kabupaten Pemalang.

Program Sekar Desa bulan Oktober 2019 fokus pa

da tema penataan kelembagaan dan mekanisme kerja BPD. Kegiatan tahap ke-3 ini dilakukan salah satunya bertujuan untuk mendorong BPD menetapkan peraturan tata tertib dan pembagian tugas anggota BPD serta pemetaan kegiatan rencana kerja BPD berdasarkan siklus pembangunan desa yang ada di Kabupaten Pemalang.

Maulin Ni’am, koordinator Progam FITRA Pemalang, menyatakan bahwa hasil yang diharapkan dalam Sekar Desa bulan Oktober kali ini agar BPD dapat menetapkan peraturan tata tertib BPD yang selaras dengan peraturan perundang-undangan. “tentunya harapan kami BPD dapat memiliki program dan rencana kerja yang komprehensif terkait fungsi pengelolaan aspirasi, legislasi, dan pengawasan kinerja pemerintahan desa,” terangnya.

Khusus di Kecamatan Belik, hanya BPD Desa Kuta satu-satunya yang sudah memiliki tata tertib dan rencana kerja BPD. “Kami akan terus mendorong itu, bagaimana adanya komitmen dan dukungan pendanaan bagi BPD untuk menjalankan tugas dan fungsi secara proporsional,” lanjut Niam.

Sekolah Anggaran Desa bulan Oktober 2019 dilaksanakan di aula Balai Desa Kuta pada tanggal 12 Oktober 2019 dengan jumlah 18 peserta, yang terdiri dari Anggota BPD, perwakilan lembaga pemerintahan, hingga kelompok rentan yang ada di Desa Kuta.

Di lain pihak, para peserta merasa terbantu oleh program Sekar Desa yang dilaksanakan oleh Seknas Fitra ini. Hal ini diungkapkan oleh Erna Nurmayanti salah satu peserta Sekar Desa, ia menyatakan sudah ketiga kalinya mengikuti Sekolah Anggaran Desa. Ia mengungkapkan bahwa dengan adanya Sekolah Anggaran Desa ini, dirinya menjadi paham regulasi yang ada di desa “Bermanfaat sekali, saya jadi tahu aturan-aturan yang ada di desa. Banyak materi yang sebelumnya saya tidak tahu sekarang jadi tahu. Banyak manfaatnya.” ungkapnya yang juga merupakan Guru PAUD ini.

Senada dengan Erna, dari perwakilan disabilitas desa Kuta M. Syafi’i mengaku sangat senang bisa mengikuti program dari Fitra ini. “Bermanfaat sekali” ungkapnya. Sekar Desa masih akan terus berlangsung, setidaknya hingga akhir tahun 2019. Di bulan November selain mengadakan Sekolah Anggaran Desa, Fitra bersama BPD di masing-masing desa akan melakukan Pekan Aspirasi dan Aduan Masyarakat. By.Wildan Ariefian

Sekolah Anggaran Desa Perkuat Sinergi Pemerintahan Desa dan Kelompok Perempuan di Desa Kuta Tahap 2 ( September 2019 )

Sekar Desa Kuta bulan September 2019 dilaksanakan di Aula Balai Desa Kuta pada Sabtu 14 September pagi. Peserta yang berjumlah 20 orang merupakan perwakilan dari BPD, dan unsur pemerintahan lain serta perwakilan kelompok yang masyarakat desa kuta berbondong-bondong menghadiri Sekar Desa yang kedua.                                                                                                                         

Sekar Desa bulan September bertemakan Penguatan Kapasitas BPD melalui Peraturan Tata Tertib dan Rencana Kerja BPD. Materi di sampaikan oleh Maulin Niam selaku Local Coordinator Fitra Kabupaten Pemalang. Ia Menuturkan bahwa BPD selama ini kurang dapat menjalankan Tupoksinya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Atas dasar itulah Fitra bekerjasama dengan KOMPAK melakukan Sekolah Anggaran Desa dengan fokus Penguatan kapasitas BPD.

“Acuannya sudah jelas. Dimulai dari UU No. 4 Tahun 2014, kemudian PP 43 tahun 2014 yang selanjutnya direvisi oleh PP 47 tahun 2015. Dari revisi tersebut lahirlah Permendagri 110 tahun 2016 yang secara khusus mengatur BPD. Dari situ baru diturunkan menjadi Perda maupun Perbup di daerah masing-masing. Dalam konteks Kabupaten Pemalang yaitu Perda No 4 tahun 2015 dan Perbup No 6 tahun 2016” Papar Niam.

Koordinator Fitra Pemalang memberikan catatan bahwa Perda Nomor 4 Tahun 2015 sudah mencantumkan PP 43 Tahun 2013 sebagai konsideran tetapi belum mencantumkan PP 47 Tahun 2015 sebagai aturan revisi PP 43. Sementara Perbup Nomor 6 Tahun 2016 sebagai turunan Perda Nomor 4, tidak mencantumkan PP 43, PP 47, apalagi Permendagri Nomor 110 Tahun 2016. “Perlu ada peninjauan ulang regulasi daerah Kabupaten Pemalang tentang BPD agar selaras dengan peraturan hukum yang ada di atasnya, yaitu Permendagri Nomor 110 Tahun 2016 tentang BPD” terangnya.

BPD sudah memiliki acuan dalam menjalankan Tugas dan Fungsinya, ada pada PP Nomor 110. “Tinggal bagaimana BPD dapat mengejawantahkan menjadi Peraturan Tata Tertib serta dapat menyusun Rencana Kerja BPD” Imbuhnya.

Hal ini di benarkan oleh wakil ketua BPD Kuta, Suroso. Ia menjelaskan bahwa BPD Kuta tidak dapat bekerja maksimal karena banyak faktor. Terutama ketidakjelasan tugas masing-masing anggota, serta adanya rangkap jabatan “Dilematis sekali, Jika saya melangkah takut salah, jika tidak melangkah ya hasilnya seperti ini” Keluhnya.( By : Wildan Ariefian )

Sekolah Anggaran Desa Perkuat Sinergi BPD, Pemdes, dan Kelompok Perempuan di Desa Kuta Tahap I (Agustus 2019 ))

Kuta (30/9),Setelah pelaksanaan Sekar Desa di DesaSikasur pada tanggal 26 Agustus kemarin, Desa Kuta  mendapatkan giliran dalam pelaksanaan Sekolah Anggaran Desa yang dilaksanakan oleh Seknas Fitra pada tanggal 27 Agustus 2019 di Aula Balai Desa Kuta, Kecamatan Belik Kabupaten Pemalang.

Sekolah Anggaran Desa merupakan bagian dari Program Desa Melek Anggaran untuk Pembangunan desa yang responsif gender dan inklusif kerjasama antara Seknas FITRA – KOMPAK. Sekar Desa di Kabupaten Pemalang seluruhnya berada di tiga desa di Kecamatan Belik. Yaitu Desa Sikasur, Desa Kuta, serta Desa Belik.

Sebelum memasuki materi SEKAR DESA, peserta yang hadir diminta untuk mengukur pengetahuan mereka sendiri tentang 5 topik utama yaitu semangat dan substansi UU Desa, peran dan fungsi BPD, tahapan perencanaan pembangunan desa, pengarusutamaan gender dan desa inklusif, terakhir tentang Desa Melek Anggaran dan partisipasi masyarakat.

Dari 16 peserta yang hadir dari total 20 Undangan peserta, sebanyak 60% tahu tentang semangat dan substansi UU Desa, sebanyak 76% memahami tentang peran dan fungsi BPD, 75% mengetahui tentang tahapan perencanaan pembangunan desa, 65% tidak tahu tentang PUG dan desa inklusif, serta 60% peserta tahu tentang desa melek anggaran dan partisipasi masyarakat.

Pada sesi tanya jawab setelah pemaparan materi, peserta dari perwakilan BPD mengajukan pertanyaan kepada pemateri yang merupakan Local Coordinator Program FITRA Kabupaten Pemalang, Maulin Niam.

“Apakah program Sekar Desa yang dilakukan Fitra ini hanya sekadar menggugurkan kewajiban program, dan asal jalan atau berkelanjutan?” tanya peserta.

Maulin Niam menjelaskan bahwa Program Sekar Desa bukan program yang asal jalan. Niam menerangkan bahwa Sekar Desa di Kabupaten Pemalang merupakan Program kerja sama antara Seknas Fitra – KOMPAK dengan dukungan pemerintah Australia. Program ini bertujuan untuk mendorong tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan responsif gender.

“Semangat dari kegiatan Sekolah Anggaran Desa ini adalah kita belajar bareng-bareng, untuk mendorong pemdes dan BPD menjalankan tupoksinya sesuai regulasi yang ada. Kegiatan ini setidaknya berjalan sampai bulan Desember 2019. Mudah-mudahan dapat berlanjut terus belajar tentang anggaran sampai tahun 2021” Imbuhnya.

Suroso, Wakil Ketua BPD merespon baik kegiatan dari Seknas FITRA-KOMPAK. “Desa Kuta selalu terbantu dengan hadirnya kegiatan yang dilakukan oleh KOMPAK, kali ini melalui Seknas FITRA. Semoga menjadikan desa lebih baik lagi”. Terangnya.(by.Wildan Ariefian)

BADAN PERMUSYAWARATAN DESA (BPD) DESA KUTA MASA BHAKTI 2018-2024 TERBENTUK

 

Pengesahan Penetapan dan Peresmian Anggota BPDKuta, 3 Desember 2018. Dengan berakhirnya  Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta Kecamatan Belik masa bhakti 2012-2018 yang sebelumnya di ketuai oleh Bapak Tarmudi,S.Pd,Pemerintah Desa Kuta membentuk Panitia Penjaringan dan Penyaringan Anggota BPD masa bhakti 2018-2024.

Panitia Penjaringan dan Penyaringan yang di ketuai oleh Saudara Rais,S.Pd.I melalui Mekanisme yang berlaku telah berhasil merumuskan 9 (sembilan) orang calon anggota BPD dari masing masing Dusun ,dengan rincian Dusun Kuta Lor 2 (dua) orang, Dusun Kuta Kidul 2 (dua) orang ,Dusun Dukuhpete 3 (tiga) orang dan 2 (orang) untuk Dusun Salaganggeng. Penetapan Calon Anggota BPD Desa Kuta dilaksanakan pada hari senin ,tanggal 19 Nopember 2018 oleh Kepala Desa Kuta Bapak Sadirun.

Berdasarkan Penetapan dari Pemerintah Desa Kuta pada hari Selasa,27 Nopember 2018 bertempat di Pendopo Kecamatan Belik dilaksanakan Pengesahan Penetapan dan Peresmian Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta oleh Bapak Heru W Sembodo,S.Sos.M.AP selaku Camat Belik beserta dengan Calon Anggota BPD dari 12 Desa di Wilayah Kecamatan Belik.

Dan dari hasil rapat Pleno Perdana BPD Desa Kuta tentang pembentukan Pimpinan BPD dan Anggota Bidang menghasilkan kesepakatan  sebagai berikut :

Ketua                                 :  Agus Pratikno, SH
Wakil                                 :  Suroso
Sekretaris                         :  Sugeng Ngudiarto

Bidang – Bidang
1. Bidang Penyelenggaraan Pemerintah dan pembinaan Masyarakat
Ketua                            :  Muslihudin, M.Pd
Anggota                        :  1. Muhamad Mahmud,SE
2. Poniman
2. Bidang Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat
Ketua                            :  Setyo Tri Widodo. S.Pd
Anggota                       :   1. Akhsin Yuli Akhirin,S.Pd
2. Wahyu Puji Ariyanto

Selamat Bekerja.

 

 

 

 

KONSULTASI PUBLIK RANCANGAN PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN PEMALANG

KONSULTASI PUBLIK RANCANGAN PERATURAN BUPATI TENTANG PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PEMERINTAHAN DESA KABUPATEN PEMALANG

WhatsApp Image 2018-11-29 at 11.17.29Pemalang,29 Nopember . Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Bupati tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa Kabupaten Pemalang yang bertujuan untuk menyerap aspirasi publik terkait Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 6 Tahun 2014 terselenggara atas fasilitasi dari Tim Kompak bertempat di Hotel Sentana yang melibatkan OPD Terkait,Kecamatan,Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Dalam Acara tersebut dilakukan pembahasan tentang rumusan peraturan Bupati agar tidak bertentangan dan sesuai dengan aturan aturan diatasnya yang nantinya sebagai bahan rujukan bagi Tim Perumus Rancangan Peraturan Bupati dalam membuat Peraturan Bupati tentang Pembinaan dan Pengawasan Pemerintahan Desa.

Desa kuta berkesempatan mengikuti acara Konsultasi Publik yang di buka oleh Bapak Sodik dari Dinpermasdes tersebut  dengan mengikut sertakan Kepala Desa,Sekretaris Desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Kuta.

Pelatihan Optimalisasi Website Desa di Kecamatan Belik

Pelatihan Optimalisasi Website Desa di Kecamatan Belik
Peserta Mengikuti Pengarahan Tim PUSPINDES Photo By Tim PUSPINDES
Peserta Mengikuti Pengarahan Tim PUSPINDES Photo By Tim PUSPINDES

Rabu(31/01) Perkembangan teknologi informasi yang berkembang pesat dewasa ini menuntut Desa untuk bisa untuk bisa selaras mengikutinya,Teknologi Informasi dalam hal ini Website Desa sangat diperlukan sebagai sarana Pengenalan Desa ke dunia luas juga sebagai sarana Transparansi Desa.berkaitan dengan hal itu Pemerintah Kabupaten Pemalang melalui DINPERMASDES Kabupaten Pemalang bersama Tim PUSPINDES mengadakan Pelatihan Optimalisasi Website Desa di Kecamatan Belik yang bertempat di Ruang Sekretariat PKK Kecamatan Belik dan Desa Kuta berkesempatan mengikuti pelatihan tersebut.

Pelatihan Optimalisasi Website Desa dimulai Pukul 09.00 WIB yang di buka oleh Sri Mulyati selaku Kasie PMD Kecamatan Belik dan dilanjutkan sambutan dan Pengarahan oleh Indarto selaku Kasi PID (Pengembangan Informasi Desa ) DINPERMASDES Kabupaten Pemalang dan acara berikutnya adalah Acara inti Pelatihan Optimalisasi Website Desa yang di pandu oleh Tim PUSPINDES dengan membawa tema Pelatihan yaitu jurnalisme warga .

Peserta Pelatihan dalam kesempatan ini dihadiri oleh 5 Desa dari 6 Desa yang di agendakan  yaitu ;

  1. Desa Kuta
  2. Desa Kalisaleh
  3. Desa Gombong
  4. Desa Mendelem
  5. Desa Simpur

peserta yang tidak menghadiri adalah dari desa Gunungjaya

Indarto menyampaikan bahwa Program Pelatihan ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Gubernur Jawa Tengah dan juga menjadi salah satu persyaratan untuk pencairan dana BKKD

“Bapak Gubernur sudah menginstruksikan kepada seluruh desa agar memiliki Website dan aktif untuk mengelolanya”. kata indarto dari DINPERMASDES Kabupaten Pemalang

“Selain itu keaktifan dalam mengelola Sistem Informasi Desa (Website Desa) juga menjadi salah satu persyaratan untuk pencairan dana BKKD di tahun 2018”

untuk diketahui bahwa Program Pelatihan Optimalisasi Website Desa ini sudah berlangsung selama 12 kali, dimana diselenggarakan pertama kali pada senin 15/01 di Kecamatan Pemalang. Program ini menyasar desa desa yang website desanya belum aktif pengelolaannya.

Di Kabupaten Pemalang sendiri setiap tahunnya di adakan lomba Website Desa yang tahun 2018 ini menginjak tahun ketiga. gelaran tersebut diselenggarakan sebagai bentuk apresiasi kepada pengelola website desa yang sudah aktif mengelolanya dan aktif menginformasikan kegiatan desanya.

Workshop Pemetaan Kualitas Pelayanan Publik Desa-Kabupaten

Workshop Pemetaan Kualitas Pelayanan Publik Desa-Kabupaten

img_20161219_124538Pemalang,bertempat di gedung  Bappeda kabupaten Pemalang  pada hari senin tanggal  19 Desember  2016 Pemerintah Desa Kuta beserta kader Posyandu dan Kader  Paud mengikuti Workshop Pemetaan Kualitas Pelayanan Public Desa-Kabupaten Program Social accountability and Public Participation.Acara yang di adakan oleh Formasi Kompak (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) yaitu sebuah lembaga kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia yang bekerja untuk mengurangi kemiskinan dengan mendukung Pemerintah Indonesaia (RI) untuk meningkatkan Pelayanan Dasar dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan, dihadiri oleh instansi dan dinas terkait di antaranya Bappeda sendiri  Sekretariat Daerah, KPPT,Bapermas KB,Dindikpora,Dinhubkominfo,Dinas Sosial,Dinas Kesehatan ,LPM,Kecamatan dan Desa,dalam hal ini Desa Kuta mewakili Kecamatan Belik bersama Desa Sikasur.

Dalam Kegiatan Workshop tersebut dilakukan Diskusi yang terbagi dalam 3 ( tiga ) kelompok yang membahas inovasi apa saja yang telah dilakukan Desa-kabupaten  serta harapan yang bisa dilakukan untuk 5 (lima ) tahun ke depan,3 (tiga) kelompok tersebut masing masing melakukan diskusi berkaitan yaitu :

  1. Inovasi Kebijakan Kesehatan dan Media Informasi Publik

                Bahasan dalam Kelompok ini adalah :

  • Angka Kematian Ibu dan Bayi yang masih Tinggi
  • Carut Marut KIS
  • Sanitasi
  • Kasus Pernikahan Dini
  • Ketersediaan Air Bersih
  • Pelaksanaan Posyandu
  • Media Pengaduan Kesehatan Masyarakat.
  1. Inovasi Pelayanan Pendidikan dan Media Informasi Publik

Bahasan dalam Kelompok ini adalah :

  • Kesadaran Masyarakat untuk menyekolahkan anak sampai SMP/SMA
  • Tingkat Drop out pada tingkat SMP dan SMA masih tinggi
  • Kaum Diffable kesulitan akses Pendidikan
  • Program Kejar Paket A,B dan C kurang mendapat dukungan dari Pemerintah Daerah
  • Akses menuju layanan Pendidikan (SMP/SMA) jauh ( jalan rusak tidak ada sarana transportasi umuum yang layak)
  • Sapras PAUD masih minim
  • Peran Komite Sekolah
  • Media keterbukaan Informasi dan Sistem Pengaduan Masyarakat
  1. Inovasi Sinergi Perencanaan & Penganggaran yang inklusif,partisipatif & Transparan

Bahasan dalam Kelompok ini adalah :

  • Program Kemiskinan Belum Efektif
  • Proses Perencanaan dan Penganggaran yang tidak partisipatif
  • Belum terbangun system Pengaduan masyarakat
  • Pembagian kewenangan Desa dan Kabupaten belum jelas
  • Pemerintah belum memberikan kemudahan akses informasi kebijakan Publik
  • Jurnalisme warga sebagai media informasi belum di fungsikan dengan baik
  • Perempuan dan kelompok marjinal belum mendapat ruang dalam pengambil kebijakan public yang layak

Dari kelompok – kelompok diskusi itu dapat diketahui  bagaimana inovasi-inovasi yang sudah dilakukan dan  permasalahan yang dihadapi serta harapan harapan yang bisa dilakukan dalam 5 tahun kedepan oleh skpd dan dinas terkait  serta desa dalam hubungannya dengan tema bahasan tersebut di atas tentunya dalam agenda mewujudkan Tujuan dari Kompak yaitu mengurangi kemiskinan dengan mendukung Pemerintah Indonesaia (RI) untuk meningkatkan Pelayanan Dasar dan kesempatan ekonomi bagi masyarakat miskin dan rentan.

img_20161219_111452img_20161219_124517 img_20161219_111517

Eks. Timnas Berlaga di Desa Kuta

Eks. Timnas Berlaga di Desa Kuta

bersamaPertandingan  Sepakbola yang di gelar di Lapangan sepak Bola desa Kuta pada hari sabtu tanggal 29 Oktober 2016 bertajuk Pertandingan Persahabatan saling berhadapan kesebelasan Kuta Selection melawan eks. Timnas Indonesia.Dalam laga tersebut disamping untuk menjalin silaturahim dan memberikan hiburan bagi masyarakat Desa Kuta sekaligus juga sebagai sarana menggairahkan semangat sepakbola sehingga bisa muncul bibit-bibit muda pemain sepakbola serta dijadikan ajang menimba ilmu dari para senior-senior eks.Timnas yang sudah membela Indonesia di kancah Persepakbolaan Dunia.Berkesempatan berlaga dalam pertandingan persahabatan tersebut di antaranya Budi SudarsonoAris Indarto, Khusnul Yaqin dkk,serta berkesempatan pula satu pemain asing asal Uruguay yaitu Ronald Fagundez. meski dengan kondisi Lapangan yang kurang memadai namun Pemain-pemain eks Timnas nampak tidak canggung dalam memainkan si kulit bundar dan menunjukan bahwa mereka memang Pemain-Pemain yang sarat pengalaman yang bisa menguasai dalam kondisi lapangan sesulit apapun sehingga mereka bisa menundukan kesebelasan Kuta Selection dengan skor 2-0.